Sudah 6 bulan,semenjak desember saya mengalami sakit pinggang. Saya pikir karena kurangnya olahraga pada otot-otot pinggang. Bukanya berolahraga malah didiamkan. Puncaknya di 3 bulan terakhir, dari posisi duduk ke posisi berdiri saya mengalami sakit yang luar biasa. Hingga rukuk pun sulit,begitu pula dengan berjalan,kadang sedikit tertatih. Rasa sakitnya pun membuat saya meringis hingga menangis.
Akhirnya beberapa minggu lalu saya mencoba pengobatan alternatif dulu dengan cara diurut. Sudah 7 kali pun belum ada perubahan. Bahkan ada “serangan tiba-tiba” saat saya rapat yang bikin saya sedikit malu dan sedikit ditertawakan oleh rekan-rekan. Saya cuma bisa mengatakan “Beneran deh,ini bukan untuk diketawaain,beneran sakit rasanya” lalu kembali meringkuk dipangkuan teteh-teteh alumni dan akhirnya rapat ditunda.
Setelah “serangan tiba-tiba” itu,saya ke dokter. Ternyata harus di ronsen dan syalalala. Menghabiskan waktu sekitar 3-4 jam jalan kesana kemari di rumah sakit. Dan didapatlah hasil ronsen saya seperti ini
Terlihat ada garis merah tipis yang saya buat? Nah itu pinggul saya yang ternyata ga stabil atau bahasa keilmuannya unstable pelvic. Mungkin ini ga berdampak langsung sama sakit pinggang saya yang lebih disebabkan oleh otot. Tapi kedepannya? kita kan ga akan pernah tau. Jadi,Dokter menyarankan saya ikut rehabilitasi dan diberikan obat bernama Neorosanbe
Alhamdulillah setelah minum obat,sakit pinggang saya berkurang dan bisa rukuk dan berjalan dengan normal setelah menenggak obat dengan vitamin B kompleks tingkat tinggi itu (yang bikin ngantuk,tapi berefek segar besok paginya)
Dan selama 3-4 jam itu saya menghabiskan sekitar Rp500.000,00 untuk sekali berobat.Belum lagi waktu yang harus saya luangkan karena ke rumah sakit. Rasanya sehat itu sangatlah mahal dari segi materi dan waktu ditambah sakit itu ga enak. Kesehatan itu titipan Allah juga,harus kita jaga dan pelihara. Berhenti dzalim sama diri sendiri dengan ga sarapan dan telat makan (karena saya juga punya maag sebenernya),ataupun merokok bagi yang merokok misalnya. Ketika sehat itu hilang dari tangan kita, ada banyak harga yang harus kita bayar untuk itu. Syukurilah kalo masih sehat segar bugar sampai hari ini.
wallahualam
