Alhamdulillah!What a Nice Day!

What a nice day!

Sehabis kuliah kimia organik,saya langsung melesat ke boromeus. Kabar berita dari kakak, bahwa adik saya di bawa ke rumah sakit tersebut karena benturan benda tumpul di UGD. Yap! Singkat cerita,saya ceramah singkat walaupun adik sudah terlihat sangat sehat. Saya khawatir,pasti.

Lalu datanglah kekhawatiran lain yang menghantui,saya harus merevisi makalah. Sang Partner sudah berada di cimahi dan ga ada yang beli kertas jilid. Saya pun pamit dan pergi ke Istek Salman. Apa daya. Hujan yang mengguyur kota kembang sepuluh menit yang lalu menenggelamkan jalan ganesha dengan derasnya. Air selokan meluap dan mengeluarkan bau bauan. Saya sempat berteduh sebentar,walau sudah berbekal payung. Lalu akhirnya menerjang banjir bersama Oci, yang kebetulan lewat.

Sesampainya di salman setelah menerjang banjir setinggi lebih dari mata kaki, Istek telah tutup.  Apa daya, saya cuma merengek kepada Nuke, teman sejurusan yang kebetulan sedang menunggu hujan dan hendak membeli cuankie, saya menceritakan semua apa yang saya alami. Saat Nuke antri membeli makanan,saya menelepon kakak, mengabari bahwa saya terjebak di salman.Lewatlah teman saya yang lain, Bilil, anak jurusan sipil yang baru saja dilantik menjadi massa himpunan,dengan baik hatinya mengabarkan bahwa ada kecoa nangkring di kepala saya. Saya teriak histeris dan sempat menyebabkan gempa lokal nan dahsyat. Saya jadi ingat kata pengamen saat saya berteduh “Ada kecoa tah..” terngiang di kepala saya. Sepertinya kecoa ini ikut bermigrasi dengan saya dengan cara menempel di tubuh saya pada saat menerjang banjir menuju salman (.______.). Oke itu jarak terdekat saya dengan kecoa hingga hari ini. Dan Bilil ikut membantu untuk mengusir sang kecoa,lalu saya menceritakan apa yang terjadi kedua kalinya. Nuke ,yang telah kembali, menawarkan cuankienya pada saya, saya menolak dengan halus dengan alasan perut sedang tak enak dan Nuke juga menanyakan kenapa ada gempa lokal barusan,saya ceritakan apa yang saya alami seolah itu cerita lucu nan jenaka. Bilil pamit Teh Dini pun datang. Teteh yang tinggal di asrama putri ini dengan baik hati mau bersimpati dengan kondisi saya dan meminjamkan jaket al-hayaat-nya. Lalu pamit ke kamar asrama. Saya janji jaketnya akan saya cuci sebelum dikembalikan.

Setelah itu yang bisa saya lakukan hanyalah menunggu hingga hujan mereda. Sholat ga bisa gara-gara celana pasti sudah bernajis setelah menerjang banjir yang bercampur air selokan. Mau pulang ga bisa juga soalnya mobilnya jauh di parkiran sipil dan banjir bisa menyebabkan kenalpot terendam dan mogok dan rusak. Disitu saya merenung dan merasa beruntung ada orang-orang yang saya kenal di sekitar saya. Jika tidak,bisa dipastikan amarah saya tidak tertahankan dan tidak bisa membuat mimik jenaka yang menghibur meski udah dihampiri kecoa sekalipun. Dan saya juga ga bisa sabar dan malah panik kalo ga ada tempat saya untuk cerita kayak tadi.

Bener-bener deh hari ini tuh. BIG THANKS TO : Nuke, Bilil dan Teh Dini yang udah mau dengerin apa yang saya rasain, udah mau bantuin, udah mau minjemin jaket, udah mau nawarin makanan. Dan tentunya SUPER DUPER BIG THANKS TO ALLAH yang udah ngirimin saya temen temen yang sholeh dan sholehah yang nemenin saya untuk sabar dan bersyukur sama apa yang udah di dapet (hujan maksudnya). Alhamdulillah ^^

Advertisement
Published in: on September 27, 2011 at 3:04 pm  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: http://chemistrylatte.wordpress.com/2011/09/27/alhamdulillahwhat-a-nice-day/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.