Aku mulai mempertanyakan kemanakah idealisme saya terdahulu. Kemanakah prinsip-prinsip dasar yang dulu diyakini? Tergeruskah nilai-nilai moralku karena pergaulan?
Aku kembali mencari apa yang sudah ku dapatkan terdahulu.Aku kehilangan buku fundamental yang kumiliki. Mencari kembali sama susahnya atau malah lebih susah daripada pertama kali menemukannya. Seperti memulai dari awal namun tak sama.
Inilah akibat tidak menjadi diri sendiri. Hidup dalam kepura-puraan. Niat ingin mewarnai malah terwarnai. Terbawa arus dan akhirnya tidak dapat berdiri sendiri. Tergantung orang lain yang akhirnya menjadi candu.Terombang ambing bak jembatan gantung yang tak memiliki pondasi yang kuat.
Bukan! Bukan maksud mengatakan manusia tidak butuh manusia lainnya. Tapi ada saat-saat harus mempertahankan prinsip diri, menyerukannya dengan lantang dan suara yang bulat penuh keyakinan “Ini Jalanku”.
Dan disinilah aku berada. Berada dalam keterombang-ambingan pada jembatan gantung. Hanya satu pilihanku, berlari menuju salah satu sisi tebing ujung jembatan gantung ini. Jika tidak, ….jika tidak…aku hanya menunggu jembatan ini putus dan jurang yang menelanku di bawah sana.